Pages

Showing posts with label Euroneymoon. Show all posts
Showing posts with label Euroneymoon. Show all posts

Thursday, 28 May 2020

#Euroneymoon - Notre Dame & Eiffel Tower

"Hun ada yang jual crepes!"

Ternyata perut ini lagi demo minta diisi. Pas banget, selagi keluar dari pelataran Louvre, ada sebuah kios kecil yang menjajakan berbagai jenis cemilan.

Monday, 6 January 2020

#Euroneymoon - Louvre Museum

Seperti yang udah gue tulis sebelumnya, kunjungan kami ke Louvre ini murni bermodalkan informasi dari google yang baru dicari H-1. Pingin jitak diri sendiri, deh. Tapi untungnya, trims to artikel, tips, dan film Da Vinci Code fun facts yang bertebaran serta kemauan keras untuk belajar (meski sambil gegoleran), kami berdua nggak clueless banget lah, pas masuk.

Buset, emang musti segitunya ya?


Tuesday, 16 July 2019

#Euroneymoon - Arc de Triomphe & Champs-Elysees

Setelah ngelewatin proses imigrasi yang rada-rada drama berhubung banyak yang bawa *ehem* ganja *ehem*, sekitar pukul 6 pagi, akhirnya kami sampe di Paris. Begitu turun bus, langsung disambut genangan sana-sini, bau pesing, dan gelandangan yang pules bobok di bawah jembatan. Ingin rasanya geret Roy dan koper balik lagi ke AMS. Deu, belom juga sehari, udah homesick. (((HOMESICK))) *dapet salam sis, dari apartemen di Kelapa Gading...*

Dari bus stop, kami menuju hostel untuk titip koper. Mau check in belum bisa karena masih pagi, akhirnya meski bau asem dan bau iler, kami nyebrang ke McD untuk beli sarapan. Berbekal secangkir teh anget dan McMuffin, kami berdua browsing tips and trick berwisata ke museum Louvre besok. Sebenernya ini pe-er yang kudunya udah gue beresin dari sebelum kami berangkat, tapi apa daya, anaknya bablas stalking anything related to Paris Disneyland. Louvre dan Rijks? Lupaaaa. Akhirnya SKS. Sistem Kebut Semenit.

Wednesday, 12 December 2018

#Euroneymoon - Dam Square & Red District

Kelar quick lunch di Burger King, kami lanjut menuju the famous Dam Square menggunakan tram. Di perjalanan, sempet beberapa kali mampir ke mini market dan beberapa toko, buat beli cemilan dan oleh-oleh. Enaknya di Amsterdam, itungan ongkos tram-nya per jam/hari, bukan per trip. Jadi manja deh, naik turun tram berkali-kali, karena tak kuasa menghadang angin biar tujuannya cuma dua stop. Bibir biru, shaaay.

Wednesday, 14 November 2018

#Euroneymoon - Zaanse Schans & Rijks Museum

Gue pernah baca sebuah quote dari John Green tentang Amsterdam. Bunyinya kira-kira begini;
Some tourist think Amsterdam is a city of sin. But in the truth, it is the city of freedom. And in freedom, most people find sin.
Apakah betuuul adanya? Let's find out.

-

Sebetulnya, rencana kami hari ini cuma strolling around the city, sebelum nanti malem bertolak kembali ke Paris. Berhubung cuma satu destinasi, bisa deh tuh, bangun siang, check out deket-deket jam 11, baru jalan. Santai cem di pantai, pokoknya.

Tuesday, 12 June 2018

#Euroneymoon - Why Do We Love Efteling?

Sejak pertama kali baca tentang Efteling, gue udah langsung memantapkan hati, kalo one day punya kesempatan berkunjung ke Belanda, kudu banget mampir ke mari. Meski saat itu masih ngayal babu, gue demeeen sekali browsing gambar-gambar Fairy Tale Forest-nya di google, dan baca-bacain review orang-orang yang udah pernah ke sana.

Pas nyusun itinerary Euroneymoon, tentu saja Efteling terlintas di otak gue. Cumanya, ada beberapa hal yang musti jadi pertimbangan, seperti; a) Kami hanya punya waktu 3 hari di Amsterdam. Jadi bingung deh, mending main-main di destinasi yang umum aja, atau tetep kekeuh ke Efteling, yang perlu sehari penuh? b) Letaknya ternyata jauh di pinggiran kota. Jadi kudu naik kereta dengan tiket yang cukup mahal, dan waktu tempuh yang nggak sebentar.

Gegara itu, jadi bimbang, deh.

Friday, 8 June 2018

#Euroneymoon - HI, AMS!

Kami menuju ke Amsterdam dengan menggunakan bus, masih sama dengan Paris-Belgia, tapi beda travelnya. Kalo kemaren itu kami pake Euro Lines, kali ini, nyobain FlixBus. Kalo menurut Roy, berdasarkan harganya, FlixBus ini slightly di bawah Euro Lines secara harga dan kualitas. Tapi kenyataannya enggak, lho.

Bus kami kali ini malah lebih bersih dan bagus ketimbang punya Euro Lines. Udah gitu, sense of humour driver-nya pun oke punya. Doi orang Belanda yang murah senyum, suka bercanda, dan kaya fun facts tentang negara kelahirannya sambil sesekali ngeledek orang Belgia. Perjalanan sekitar dua jam jadi sama sekali nggak kerasa, secara ditemenin juga sama keindahan pemandangan yang biasanya cuma gue liat di kotak susu di kanan dan kiri jendela.

Thursday, 17 May 2018

#Euroneymoon - Magical Ghent

Sejak masih di Jakarta, Roy udah macem sales yang gencar banget promosi kalo lagi ngomongin Ghent. Bermodal foto dari gugel, doi ngasih gambaran betapa cantiknya tempat yang digadang-gadang sebagai one of the best night view in the world.

Berhubung emang doyan lampu night scenery, gue langsung ikutan excited. Maka masuklah Ghent ke dalam to go list kami di Belgia. Lokasinya yang agak jauh karena beda kota bahkan nggak menyurutkan semangat.

Berangkat dari hotel sekitar jam 10 pagi, kami menuju ke stasiun central dan beli dua karcis kereta. Anyway, kali ini, stasiunnya cakep betuuul. Mirip deh, sama Grand Central Station. Jadi langsung pengen menjelma jadi Serena...

Tuesday, 10 April 2018

#Euroneymoon - Halo, Belgia!

Bau Pipis:

Setelah gedabrukan pagi-pagi di hotel perkara kesiangan padahal harus packing dan check out, meski masih ngumpulin nyawa, kami buru-buru naik ke Metro dengan tujuan pick up point Eurolines. Berhubung kudu transit tapi bingung liat map-nya, Roy berinisiatif nanya ke petugas Metro di Help Desk stasiun.

Yang bikin gue syok berat, baru juga bilang excuse me, seorang wanita paruh baya berkulit gelap yang duduk di sisi kanan counter Help Desk itu langsung pasang tampang judes, kemudian nunjuk temen di sisi kirinya sambil bilang, "Sorry, can't help."

Tuesday, 27 February 2018

#Euroneymoon - Walt Disney Studios Paris (Part II)

Apparently, it is.

Buat apa tadi pagi mesinnya bener, kalo hanya untuk rusak lagi sekarang?

Termenung dengan mata sembab di pelataran Ratatouille: L'Adenture, kami menyaksikan orang-orang mendekat dengan excited mengenggam fastpass di tangan, lalu berbalik dengan raut wajah kecewa.

Tuesday, 6 February 2018

#Euroneymoon - Walt Disney Studios Paris (Part I)

It was a cloudy morning in Paris. Mendung-mendung durjana, yang berakibat suhu udara turun sampe 10 drajat celcius. Berkabut sepanjang mata memandang. Berasa abis fogging nyamuk dbd... tapi di puncak.


Meski kedinginan, gue dan Roy tetep sampe on time di Walt Disney Studios. Bener-bener udah nangkring di gate setengah jam sebelum opening hours! Pencapaian cetek yang entah kenapa selalu membahagiakan.

Sunday, 21 January 2018

#Euroneymoon - Disneyland & Walt Disney Studios Paris (Part III)

Inget Hollywood Dream - The Ride-nya Universal Studios Japan yang pernah gue ceritain di sini? Nah, Rock 'n' Roller Coaster Starring Aerosmith ini kembarannya, cuma 'baju'nya aja yang agak berbeda. (anaknya males jelasin ulang)

Intinya naik roller coaster, diiringi sama musik kuenceng yang keluar dari speaker di kanan kiri kuping. Biar apa, nggak paham juga ya. Mau ikutan nyanyi kagak bisa, joget apalagi. Sungguh nirfaedah.

Anyway, berhubung host wahana ini adalah Aerosmith, garis antriannya dibikin seolah di dalem studio rekaman. Pre-show-nya pun interaktif. Dari sebuah layar, Aerosmith tiba-tiba nengok dan menyadari kehadiran pengunjung, trus cuap-cuap ngajakin ngobrol. Beneran dilengkapi dengan jeda macem Dora The Explorer gitu lho, di mana kita harusnya bisa ngejawabin. Mayan deh ya, ikrib biar cuma sama screen.

Tuesday, 26 December 2017

#Euroneymoon - Disneyland & Walt Disney Studios Paris (Part II)

Badan gue membeku, sementara otak gue otomatis mengkalkulasi akibat-akibat dari raibnya si tiket.

1. Ikhlasin deh itu kembang api, karena tentunya, kami nggak bisa balik ke Disneyland.
2. Adios, Disney Parks hari ketiga.
3. Berhubung besok nggak balik lagi, itu artinya kami cuma punya waktu kurang lebih tiga jam untuk naik seluruh wahana dan nonton seluruh show di sini (yang mana tentu mustahil ya). Manalah WDS tutupnya jam 6 sore, bukan jam 9 kayak DL.
4. Kalo mau beli tiket ketengan... per orangnya kira-kira sejuta rupiah, yang mana nggak mungkin, kecuali rela makan siang aer putih selama tiga hari ke depan.

Air mata gue udah ngintip di sudut mata. My God, how can I be so reckless?

Wednesday, 8 November 2017

#Euroneymoon - Disneyland & Walt Disney Studios Paris (Part I)

Di hari kedua kunjungan kami ke Disneyland Paris, gue udah bertekad nggak bakalan telat. Kali ini kudu on time, nggak pake alesan lagi.

Dengan semangat itu, gue setel weker demi nggak overslept dan kesiangan bangun. Eee, trims to badan-jam-Jakarta, gue dan Roy udah melek dari jam 4 pagi dan nggak bisa tidur lagi. Boro-boro overslept, wekernya aja masih ngorok! Curiganya sih, gegara kemaren udah pules dari jam 7 malem. Walhasil, kesiangan sih enggak, tapi malah mati gaya. Mau ngapain nih, kite? Wong disnilennya baru buka jam 10 pagi. Kalo jam segini udah berangkat mah, bisa-bisa kami kesaru sama tukang sapu.

Friday, 27 October 2017

#Euroneymoon - Disneyland Paris (Part I)

Nggak seperti trip kami yang sebelum-sebelumnya, di #Euroneymoon, kunjungan ke Disneyland ada di chapter pembuka. Sebenernya, nggak pernah direncanain juga sih. Cuma karena biasanya Disney Resort terletak di pinggiran kota, Roy cenderung ngejadwalin ke sana di tengah atau di penghujung trip, supaya kami bisa ngabisin destinasi di tengah kota, baru abis itu bergerak ke pinggir. Jadi yang deket dulu, baru yang jauh.

Nah kali ini, berhubung di tengah-tengah trip kami akan pindah ke dua negara, durasi kami tinggal di Paris terbagi menjadi dua. Di awal dan di akhir. Awalnya, gue dan Roy otomatis pilih akhir trip untuk Disney Parks. Namun, pas ngintip website resminya Paris Disneyland, ternyata lagi ada promo dapet 3 days pass dengan tarif 2 days pass, dan 4 days pass dengan tarif 3 days pass. Untuk one day pass, ada promo tarif anak-anak untuk tiket orang dewasa. Pretty good deals, huh?

Wednesday, 25 October 2017

#Euroneymoon - Arrival

"May I have your attention please, passengers of Thai Airways flight number TG436, please board the aircraft immediately, thank you."

That's us! Gue nengok ke Roy, dan mendapati senyum lebar di wajahnya. Setelah sebelumnya bolak-balik nanya sama mbak petugas dan cuma dijawab "Sepertinya delay pak, tapi kami belum tau berapa lama." –yang mana menyebabkan gue lumayan ketar-ketir– akhirnya kami diperbolehkan naik pesawat.

Tuesday, 10 October 2017

#Euroneymoon - Huru Hara

Sebelum trip report #Euroneymoon dimulai, rasa-rasanya kurang lengkap kalo gue nggak cerita seluruh keriwehan sebelum kami berangkat. Dari mulai beli tiket, apply visa, ngajuin cuti, sampe packing, semuanya terselip huru-hara yang kalo diinget-inget sekarang, lumayan bikin gue dan Roy senyum kecut (sekarang sih, dulu pas kejadian mah boro-boro, nangis bombay iya). Karena banyak yang kocak, jadi gue rangkum dalam sebuah postingan kali ya. Itung-itung bekgron stori. Here we go.

Visa

Sunday, 24 September 2017

#Euroneymoon - Bonjour!

Dua belas tahun yang lalu, kalo ditanya, "tempat paling romantis versi kamu?", jawaban gue pasti, "Menara Eiffel!", lengkap dengan mata berbinar excited. Maklum, secara di masa-masa itu, gue lagi dimabuk Eiffel I'm in Love bangeeeet. Makanya, buat gue, nggak ada mimpi yang lebih besar, selain terbang ke Paris, ketemu sama cinta sehidup semati gue di sana, dilamar, trus nikah. Semua dalam satu hari. (YAKALEEE HOY)